Thursday, April 17, 2014

Cowok Cuek itu Enggak Cool!

Ohayougozaimasu minnaaaaaaaa......................!!!!!!!!!!!!!!!!! ^_^
Uhh, sakit gigi emang ga enak, tapi mending sakit gigi daripada harus sakit ati, sumpeh!!
Sakit ati bikin segalanya terasa mati rasa temporary, but those pain feels soo.... Damn!! (kenapa harus curcol....?!)

OK, done! Hari ini, sore yang mendung ini, mimin yang agak ganteng ini ingin berbagi info, mengenai:






TADA DA DADAAAAA!!!!!!
COWOK CUEK (Ingat, karena ini cuek bukan berarti cool! Faham yu??)

Orgil, pura-pura cuekk...


Yap! Sekarang, yang harus dijelasin yaitu ada dua hal:
Satu, cowok cool. Yang perlu dicatat tentang cowok cool adalah, SIFATNYA. Yap! Sifat dasar cowok cool yaitu cuek, tapi tidak terlalu cuek. Cenderung lebih tidak peduli dengan keadaan sekitar. Spesies cowok seperti ini bisa ditemukan di gunung ups, bisa ditemukan di sekitar kita. Jenisnya ga terlalu langka sih, namun masih bisa kita temukan dalam keadaan tertentu.
Cowok cuek terbagi menjadi dua kingdom: Permanen dan Temporer. Untuk yang permanen, sifat egois dan keras kepala sangalah berperan penting dalam menciptakan image serta sifat tersebut. Bisa dikatakan kalau cowok cool jenis permanen itu dari semasanya dia kecil, dirawat dan dibesarkan oleh orang lain selain ortu kandungnya dan ortu angkat yang tidak terlalu sibuk.
Kalau untuk yang tipe temporer(kayak mimin, hoho..) itu biasanya dapat kita temukan dalam keadaan sangat-sangat tertentu dan spesial. Ambilah contoh mimin FH, dia kalau menghadiri acara kondangan(apalagi kondangannya mantan pacarnya), pasti langsung boring dan cuek terhadap sekitar, kalau ada makanan, baru dia care (behahahahaha...). Cowok cuek tipe temporer, biasanya menunjukkan sifat aslinya ketika sedang tidak mood. Yaaa kembali lagi pada sikapnya tadi, sifat tersebut sangatlah berperan penting dan mempengaruhi pribadi pelakunya.
Dan untuk tambahan, biasanya cowok tipe inilah yang sebenarnya diidam-idamkan cewek ababil jaman sekarang. TAPI, nah ada tapi-nya lho ini... Kalau cowok tipe ini, cewek yang suka mah sedikit dibandingkan dengan tipe cowok sebaliknya, Cowok Humoris dan Easy Going.
Terkadang, cewek-cewek (atau cowok ke-cewek-an) juga mempunyai panggilan sayang terhadap spesies cowok ini, yaitu: GUNUNG ES.
Saking cool-nya, mimin ga kuat ngeliat matanya... :v
  Nah, kita menuju ke bahasan tentang cowok cuek. Topik utama kita kali ini coy...
Setelah tahu tentang definisi Cowok Cool, sekarang kita akan membahas spesies cowok yang lain.
Ok, mulai dulu dari definisinya biar pada ga salah paham.
Yang dinamakan cowok cuek itu, adalah, sek-sek, mimin tak buka kamuse sek bro... jenis atau spesies cowok yang sikapnya agak-agak jutek dan ga terlalu care atau peduli terhadap hal-hal tertentu. Misalnya: ada kebakaran... dia cuek, ada meteor jatoh ke kuburan... dia cuek, emak lo mati... dia cuek, Tukang Bubur Naik Haji mati di empang... dia cuek, mimin bikin artikel baru ini... dia cuek vrooohhh!!! :/
Tapi ada satu hal yang bikin mimin sebel and kesel ma cewek-cewek jaman sekarang, yaitu, mereka mempunyai kecenderungan untuk miss-understanding terhadap definisi kedua spesies cowok tersebut. Hufftt... Padahal nih, kalo di survey and diperhatiken bagus-bagus(karena baik-baik sudah terlalu mainstream), cowok cuek itu lebih sadis kalo sudah mempunyai seorang cewek yang udah mempunyai status dengan mereka.
Ceweknya cenderung dilupain. Dalam pikirannya, ketika si cewek sudah enggak terlalu menarik lagi atau udah ngebosenin, toh masih ada cewek lain yang mau sama dia. Ceweknya mo nangis sambil salto kek, ga masalah, paling-paling kalau udah parah bingidz cintanya ke cowok cuek tersebut, pasti nyari tali tambang(buat ngapain ya?)...
Hufft... Ini gigi tambah sakit aja, ngilunya awet bingidz sihh... Udah ya, dikesempatan dan kesempitan yang lain, mimin akan membuatkan kalian sebuah tabel untuk membedakan antara spesies Cowok Cool dan Cowok Cuek, just be patient and wait for our update. Stay calm! ^_<

  • Adm. FH#13

Monday, April 7, 2014

Hola! Ohayougozaimasu...
Udah lama yah, semenjak Pak Haji Rhoma ga doyan nyalon sampai mendekati H-1 PEMILU 2014, blog ini terbengkalai tak terurus...
kasian kasian kasian...
adminnya pada sibuk fap-fap iku opooo... hohohohohohohoho....
By the way busway railway monorail, kita mau bahas masalah apa nih, ada yang punya ide?


Friday, January 17, 2014

Friendzone yang bukan Mizone

Sini aku jelasin...
Friendzone itu adalah senjata tak terlihat yang dipakai oleh teman kita, teman dekat ataupun bisa juga sahabat berlawan jenis, yang tentunya kita sukai dan kita rencanakan untuk dijadikan calon pacar atau target. Maknanya bisa dirunut dari kata-katanya, berasal dari bahasa Inggris, dua kata: "Friend" dan "Zone". Friend disini lebih mengarah ke teman. Jadi jika kita menembak dia, kalimat pamungkas bin sakti yang dia utarakan ke kita sebagai balasan dan jawaban dari ‘pengungkapan perasaan’ kita adalah:

“Maaf, tapi aku lebih nyaman ketika menjadi temanmu.”

atau,

“Maaf, aku ga bisa. Kita udah temenan sejak lama, aku ga bisa ngehancurin pertemanan kita ini. Aku tidak mau menyakiti perasaan teman-teman kita.”

*hiyaarrrrgggggggggggghhhhhhhhhhhh >.< F*CK!!!!!!!!

Rasa-rasanya seperti ingin mencari tembok dan membenturkan kepala…. Ah, ya sudah, mau bagaimana lagi coba? Kita hanya bisa mendengarkan lagu dari Vierra Vierratale: “Aku ‘kan bertahan meski takkan mungkin mengejar kisahnya… Walau PERIH… Walau PERIH…”
Next, Zone memiliki dasar makna sebuah area atau wilayah. Wilayah disini dikait-kaitkan dengan kata teman yang secara eksplisit menerangkan bahwa hal tersebut merupakan sebuah “akses” untuk mendekatinya. Sementara “akses” disini dibatasi oleh ketatnya persaingan kita yang dilancarkan serangannya dari teman cowok yang lain. Dalam keadaan ini, tidak menutup kemungkinan, kita mempunyai saingan dan teman tapi musuh/rival dari “akses” tersebut. Sementara itu, hati dan perasaan kita sedang berkecamuk, memilih antara teman atau cinta.

Pada akhirnya, hati-lah yang berperan untuk mengambil keputusan,. Pada saat ini, otak dan akal berperan saat kita ‘bersaing’ dengan rival sekaligus teman kita. Jadi, cinta ke teman sendiri itu tidaklah salah. Namun, alangkah baiknya jika kita telah berhasil mendapatkan si dia, teman kita yang bisa kita sebut sebagai ‘mantan’ rival kita, seharusnya bisa kita carikan cewek lain untuk dia, agar kedepannya tidak ada rasa cemburu dan tidak ada Pertamax diantara kita. ATAU jika terjadi hal yang sebaliknya, yaaa… Carilah cewek lain. Gitu aja kok Freeport!! :p

  •       Adm Blackheart#F

UPDATED!!
HATI-HATI BRO!
FRIENDZONE juga bisa dijadikan senjata andalan mereka untuk ‘memperbudak’ kita secara halus. LELAKI HARUS KUAT DAN PINTAR!!! HIDUP JOKOWI!! Eh, HIDUP GAMERS!!!! :p

Seperti:
funnyjunk.com perbudakan cinta!

funnyjunk.com dijadiin kursi, duh ngenes

 
Sandaran Ngaca, engkaulah sandaran ngaca...




STATEMENT




Saturday, November 30, 2013

Promosi Warung 3 Semprul

Hai Mblo, hm... Sibuk banget yah, sekarang ma tugas, sampe-sampe temen-temen ada yang pacaran sama tugasnya... xixixiixixxi
Daripada gitu, mending kita ke warung baru teman kami: Warung 3 Semprul...
Yaaa... Seperti warung angkringan lainnya, warung ini menjajakan jajanan khas warung angkringan, berbagai macam minuman hangat dan dingin, dan juga makanan goreng tersedia disini. Ayo, tunggu apa lagi, segera berkunjung kesana, buka setiap malam senin, malam selasa, malam kamis, dan malam sabtu...

Friday, November 1, 2013

TTS: "Musuh Baru" - Fandri's Part

Kamu berharga lebih dari siapa pun... Walau kau tolak tak akan ku sesali.... Kamu berharga lebih dari siapa pun.... Tadinya ku ingin ungkapkan rasa ini... Jika ku suka, 'kan ku katakan suka... Tak ku tutupi ku katakan sejujurnya... Jika ku suka, 'kan ku katakan suka... Dari hatiku dengan tulus ku katakan...

Begitulah bunyi lagu yang selalu setia menemani Fandri setiap hari sepanjang perjalanannya menelusuri lorong panjang akses menuju kampus. Semakin hari, bosan tak jua menghampiri dirinya untuk mengganti lagu tersebut. Mungkin lagu itu sudah dihayatinya semenjak patah hati yang menyerangnya tempo hari...

Hari ini adalah hari bagi mahasiswa jurusan Sastra Inggris Universitas Madya Karuna Bhakti untuk mengambil nomer urut antrian jadwal mata kuliah. Seperti biasa, semua member Pasukan Sabun dari Lembah Perawan mendapatkan giliran terakhir untuk mengambil jadwal mata kuliah, kecuali Fandri.

"Wah, jadwal gue hancur nih, harus pulang sore terus lagi... Sial!" Fandri mencaci ketidakberuntungannya pagi ini.
Hape cina yang ada disampingnya berbunyi kencang, terdengar suara yang tidak asing lagi di seberang sana, 
"Hoe kampret!! Lu pulang ga bilang-bilang, minimal pamit dulu kek, ke Sifu kita gitu.." ,kata Rahmadi membuka percekcokan.
"Wedhus!! Bisa lumutan gue nungguin kalian disono, lagipula apa sih yang bisa gue nikmatin disono??"
"Kurang ajar!! Makan mie dulu sono!! Lu bakal nyesel ga ikut kita sore ini, ada pemandangan cewek-cewek semester bawah lhooo... hahahahaha..." ,tawa jahat Sang Sifu terdengar geli diiringi dengan gelak tawa member pasukan yang lain.
"Meehhh... Lagi ga mood nyuci mata, gue masih kepikiran tadi malem!!" ,kesal Fandri.
"Udah bro, ga usah dipikir keras, mending mangan mie silir..." ,kata Galih bermaksud untuk memnghibur temannya.
"Heleh, wes!" ,tutup Fandri mengakhiri percekcokan wajib sesama pasukan.

Perasaan yang campur aduk, mengisi relung hati dan ruang pikiran Fandri mengenai hal semalam yang dia ketahui. Bakat stalkingnya paling tidak telah berjasa mengungkap kebenaran yang selama ini disembunyikan Mira dari dirinya. Mungkin Mira tidak ingin membuat hati Fandri sakit, akan tetapi luka yang diberi obat akan semakin terasa perih yang terkandung padanya. Terlanjur sudah Fandri terserang penyakit yang tiada obatnya itu, sempat terlintas untuk meninggalkan semua ini, namun sekali lagi, akal memenangkan segala hal.

***

"Aku tidak mungkin begitu saja melupakannya, aku akan membuat rencana lain untuk menanggapinya."
"Mungkin dia telah menjadi mlik seseorang, tapi hati ini serasa berkata bahwa aku tidak boleh untuk menghentikannya cukup disini saja, aku harus tetap melangkah!! Entah mengapa, aku pun bingung merasakannya..."

Pagi-pagi Fandri sudah ngobrol dengan Galih didepan gerbang kampus, dasar mahasiswa kurang kerjaan. Dengan wajah-wajah mesum tak berdosa, mereka dengan sentainya melanjutkan bahan pembicaraan yang mendekati tahap atau titik resolusi... "Mungkin lo harus dengerin apa kata hati lo, siapa tahu itu akan benar-benar betul! hahahaha" ,saran menyesatkan yang keluar dari mulut seorang Galih.
"Huft... I don't know, if she tells me the truth directly without hiding it from me, maybe i will... hahh... ntahlah, gue juga bingung sendiri... ARRGGHH!!!! Why??? God why????" ,Fandri berteriak memaki kenyataan yang sesungguhnya sangatlah pahit.
"Sabar bro, all those facts are bitter than jamu..." ,canda Galih mencoba mencairkan suasana.
"Ok, kita cabut ke SAR aja, sini mulai panas... Eh... Bentar, makul lu di jadwal kurang berapa biji??"
"Emm... Udah lengkap, mang nape?"
"Waaah... Ga beres nih, gue kurang satu bro! Dan feeling gue ini bakalan runyam urusannya ma Pak Sunar... Aaasemm..... Kok buntung banget ya, gue dua hari ini?" ,umpat Fandri.
"Wah, lu kayaknya harus menggelar syukuran biar apes lu ilang broo!!!" ,saran Galih.
"Apa?? Ah, enggak enggak enggak enggak!! Ga ada fulus ane... Mending ayo langsung ke sekretariat..."
"Ayo..."

Mereka meninggalkan pohon depan kampus tersebut dengan tergesa-gesa, karena semua dosen Sastra Inggris mempunyai shift tersendiri, jika mahasiswa telat untuk urusan apapun dengan dosen, maka tamatlah sudah riwayat karir mahasiswa tersebut.
Dengan tergesa-gesa, Fandri menempati ruangan komputer jurusan hukum.
"Oh shit!! Kenapa sih, kok harus penuh semua nih kelas! Apa kagak ada lebih berapa orang gitu..."
"Apa mungkin kuota kelasnya belum ditambah ya? Yah… Ngalamat nunggu sampe ntar malem nih…”

***

Malam harinya, Fandri segera berkelut dengan netbook kesayangannya, walaupun sudah bisa dikategorikan sebagai laptop yang tidak muda lagi,  tapi laptop pemberian ayahnya itu sangatlah berjasa dalam menemaninya mengerjakan tugas-tugas dari dosen.
Jarum panjang jam dinding hampirmenyentuh angka 12 dan Fandri masih terjaga dari penantian panjangnya… Namun, kuota yang ditunggu-tunggu tak kunjung bertambah. Fandri kecewa, kesal,marah dan emosi,menahan rasa benci yang mendalam terhadap kepengurusan system ngentri dikampusnya yang amburadul. Seperti biasa, Fandri lebih memilih untuk login ke akun Facebooknya,  akan tetapi…
Sepertinya hal itu bukanlah hal yang terbaik untuk menghilangkan suntuk.

“Hm… Coba kita lihat…Ani, Lilis, Dita, Ratih, nah… Si Adriyanti lagi online nih… Asik!”

Seketika, muncul pop-up private message dari sahabatnya,Galih.

G: “Oi, dah lengkap lom?”
F: “Blm… Kuotanya blm ditambah nih… Sial”
G: “Hahaha… Sabar bro! “
F: “Dari kemaren emang gue dah sabar trz…Ga ada kata laen napa?”
G: “be patient… :p”
F: “wah,lu songong lu!!”
G: “hahahaha…”

Fandri menutup percakapan singkat tersebut dan memulai untuk mengetik update statusnya…

“Aduh… Nasib… Hari ini kenapa ya? Kok tiap kali ngentry, pasti kurang mulu… Ini malah kurang dua, aduh… Sial!!”

Selesai memposting update status tersebut, langsung saja dengan tiba-tiba, puluhan “like” dating dari teman-temannya sekampus, yang mungkin senasib, mungkin juga tidak…
“Ah, mas Roni tadi kayaknya komen ke status gue deh, cek ahh…”
Fafa Ron’Z                          : “Hahaha… Sing sabar broo, masih ada hari esok…”
Dini Adriyanti                   : “Hahahaha…. Sukurin!  Salah sendiri lu ga bisa cepet, gue aja dah lengkap dari hari awal ngentry… :”

Melihat Adriyanti berkomentar seperti itu di statusnya, Fandri yang sehari penuh ini dipenuhi dengan aura negative dan amarah yang luar biasa, akhirnya meledakkan emosinya ke cewek tersebut. Fandri berpikir kalau Adriyanti adalah seseorang yang egois. Disaat dirinya berada diambang batas kesabaran, malah ada orang yang dengan sengaja menyerang titik emosinya.

Fandri Surizawa               : “Heh, Dini,lu bisa komen kayak gitu apa ga mikir dulu sebelum ngetik? Lu jangan macam-macam ya, gue ini lagi susah, lo malah ketawa ngeliat gue kayak gini. Seharusnya, lu jadi temen itu jangan tertawa diatas penderitaan orang laen! Coba deh, lu tukeran posisi ma gue, pasti lu ga bisa ngerasain apa yang gue rasakan saat ini!! Awas lo ya, gue inget-inget omongan lu malam ini, buat pengingat kalo Dini Adriyanti, mahasiswi sok alim itu, ternyata GA BISA MENJAGA MULUTNYA!!!!”
Dini Adriyanti                   : “Lho, kog gitu sih? Gue kan Cuma bercanda doang…”
Fandri Surizawa               : “ahh… ga usah banyak bacot lu! Mulai sekarang, mending lo ga usah ngomong ma gue aja deh!! Gue ga nyangka ya, kok ada aja, cewek kayak lo, yang senang diatas penderitaan orang lain…”


Fandri tak menyangka bahwa teman yang dekat dengannya dan sudah akrab itu diam-diam bisa melukai hatinya lebih dari apa yang semua cewek yang pernah dia kenal. Kini, lengkap sudah penderitaannya, makul belum lengkap, ditambah lagi persoalannya dengan Dini, membuatnya semakin tertekan. Apa yang dipikirannya sekarang hanyalah ngentry, ngentry dan omongannya Dini. Tak sedetikpun pikirannya melepas kedua topik itu dan dia menutup harinya dengan update status:

“Walaupun orang itu cantiknya seperti bidadari yang terpeleset dari surga, tapi bila dia tidak bisa menjaga mulutnya, maka orang itu tidaklah lebih baik dari SAMPAH!!”


***
Akhirnya, lengkap sudah makul yang dinanti dan diperjuangkan mati-matian oleh Fandri. Sepertinya tinggal menunggu hari aktif kuliah untuknya untuk merasakan menjadi mahasiswa semester 5. Tapi, masih ada satu hal yang tak akan terlupakan olehnya, ya! Komentar Dini…

Jam 8 Fandri sudah memacu Supranya ke kampus. Tidak ada tujuan pasti dirinya pergi ke kampus, mungkin dia hanya mencari-cari adik semester, siapa tahu ada yang bisa membuatnya melupakan seseorang yang pernah menyakitinya. Di sebelah timur terlihat cowok yang tidak asing lagi baginya, berjalan dengan sedikit kesan culun menyelimutinya, Galih bergerakmendekati Fandri.

“Oi, udah liat pengumuman Makul KaWe?” ,Tanya Galih.
“Ntahlah, gua ga ngeh, males buat ngampus, mending kita cuci mata dulu, banyak noh, cewek di depan BAK… Mayan, vitamin bro!” ,kekeh Fandri.
“Ah, elu! Tahu aja gue lagi butuh refreshment, hwehehehe…”
“Hahahahaha… Yok ah,cabut!”
“Yok!”

Ketika mereka berjalan hendak menuju areal depan kampus, secara kebetulan, Dini tiba dengan memakai motor yang berbeda dengan biasanya, sehingga Fandri pun terlihat pangling dengannya. Setelah Dini membuka helm dan terlihat wajahnya, Fandri langsung merubah raut wajahnya secara drastic menjadi datar tanpa ekspresi. Galih langsung menyapanya.

“Hai Din! Perlu bantuan?”
“Hai Lih, ya nih, motor gua ga bisa masuk, bantu parkirin dong… Hai Fand!” ,Dini juga menyapa Fandi yang terdiam semenjak kedatangannya.
“…” (Sialan, tuh Uler ngapain sih ada disini, gue cuek aja ah…) ,batin Fandri dalam hatinya.
“Fand, hoy!” ,Dini sepertinya kaget karena respon yang berbeda yang diberikan oleh Fandri, tak biasanya dia didiemin oleh Fandri yang biasanya suka bercanda kepadanya.
“Hoy Lih urusan lo dah belom? Kalo belum, gua duluan ya?” ,kata Fandri sambil beranjak hendak meninggalkan tempat duduknya.
“Hoy tunggu! Ntar dulu napa,ngobrol dulu kek, ma Dini…?” ,ajak Galih.
“Ah, males! Kalo lu ga mau ya udah, gue bisa sendiri kok..”
“Hey, jangan gitu ma Dini dong, emangnya ada apa sih?” ,rasapenasaran Galih muncul.
“Hey kalian, aku pergi dulu ya, thanks Lih!” ,bisik-bisik mereka dipotong oleh suara Dini yang sudah janjian dengan pacarnya diluar kampus.
“Heh Lih, gua saranin lu jaga baek-baek pertemanan lo ma tu orang, masalah gue dengan dia ga ada sangkut pautnya dengan lo, biar ini jadi urusan gue.. OK?”
“Oke oke, jadi ga, kita ke depan?”
“Yuk, tapi gua haus nih, beli minum dulu ke Blackheartmart dulu ya?”
“Yok, gue juga mo beli makanan dulu,gue laper…”

Mereka pun pergi bersama menuju kedepan kampus. Disaat yang bersamaan, terlihat Mira dan Tika sedang berjalan menuju kea rah mereka.

“Hai Tante….” ,sapa Fandri ke Tika.
“Hai, pada mo kemana nih?”
“Ini mau nyari makan, laperrr..” ,jawab Galih.
“Oh, yuk makan bareng?” ,ajak Mira.
‘Wah, ga biasanya nih, diajakin bidadari secantik Mira, hwehehehe…” ,rayuan Fandri muncul secara otomatis.

Mereka berempat pun berjalan bersama menuju kafe depan kampus. Disaat yang bersamaan, Galih melihat Dini yang sepertinya ingin berjalan mendekati seorang cowok yang sepertinya juga telah menunggu Dini sedari tadi…

“Eh, Fand, liat tuh! Kayaknya  pacarnya Si Dini…”
“Mana?”


(bersambung)


Thursday, October 31, 2013

Tentara Tangguh Sabun: Galih's Version - Chapter 2


Chapter 2  - “Tak Lagi Nadia”

Jawaban singkat dari nadia yang begitu memikat lelaki itu pun tak membuat lelaki itu menyerah untuk bisa mendapatkan jawaban yang lebih panjang dari kata “hemmm”. Kemudian si lelaki dengan seribu perjuangannya untuk mendapatkan hati Nadia ini mulai berapi api lagi. Ia makin bersemangat untuk mendekati Nadia. Dengan lagak sok keren laki-laki ini mengawali pembicaraanya lagi.

“Hai, kenapa baru keliatan Nad?”, dengan sok akrab lelaki ini mengawali pembicaraanya.
“Hemm, aku kan emang jarang sekelas ma kamu, makanya kamu nggak pernah ngliat aku”, kata Nadia dengan dingin.
“Iya sih, emang jadwal kita banyak berbeda, tapi aku selalu berharap perbedaan itu tak membatasiku untuk bisa bertemu denganmu, he….”
“Halah, kalau pun seandainya jadwal kita selalu sama, aku juga nggak berharap sedikitpun untuk ingin bertemu denganmu”, jawab Nadia dengan sedikit senyum ledekan.
“Hahahahahaaha, bener tuh kata Nadia!” sontak teman-temannya yang tak jauh dar tempatnya berada.
“Huff…, ya ya ya, jawaban yang bagus, syukurlah kalau sudah mau bicara, kebetulan setelah ini aku pengen mengajakmu tuk berbicara empat mata”, jawab Lelaki ini dengan penuh keberanian.
“ya, boleh…., tapi nanti sambil jalan menuju parkiran depan”, jawab Nadia dengan tulus.
“Siap nona, ada sesuatu yang pengen aku omongin…”
“hussssttt! Simpan omonganmu dulu! Kau mengganggu konsentrasiku untuk mengerjakan tugas saja”,
Teman-temanya pun kembali bersorak “cie cie cie….”
“betah nih obrolannya….!” Sahut dari salah satu temannya yang bernama Ida.
“Obrolan sudah ditutup!”, jawab lelaki ini dengan lantang dan sambil melirik ke arah Nadia.

Dalam hati lelaki ini pun juga berkata “meskipun kau begitu dingin, tapi aku tak kan pernah berhenti untuk mencari tahu apa yang bisa membuatmu dingin, mungkin bukan es batu ataupun lemari es, hemmmm”

***
Oh iya, satu kata maaf untuk para pembaca, kali ini saya selaku penulis, menggunakan sudut pandang yang lain dari chapter sebelumnya, kali ini si tokoh utama itu tak ku beri kesempatan untuk menulis ceritanya sndiri. Dan seperti janjiku untuk menjelaskan mengapa sahabat-sahabat Nadia terbiasa untuk melontarkan kata “cie cie cie” terhadap lelaki ini (sebut saja Galih). Beginilah awal ceritanya….

Di suatu keadaan yang penuh dengan kegelisahan tepatnya satu setengah tahun yang lalu, seorang laki-laki yang sedang kita bahas dalam cerita ini sedang menemukan pencerahan hati saat pertama kali bertemu dengan sosok wanita manis yang manisnya melebihi madu dan sakarin. Ya, dia sedang jatuh cinta kepada wanita yang bernama lengkap Nadia Lilasita Dewi. Wanita yang mampu mengalihkan pandangan lelaki ini dari wanita lainnya.

Suatu ketika di waktu yang sama, lelaki ini pun mencoba mendekati Nadia, tapi rasa sungkan yang menyelimuti hatinya membuat ia minder karena sikap Nadia yang dingin itu. Akal pun tak berhenti, lelaki ini mencoba mendekati para sahabatnya agar ia bisa mendekati Nadia jauh lebih dekat lagi. Di tiap kesempatan yang sama, ia membicarakan sosok Nadia kepada lima sahabat dekatnya satu persatu.

Setelah semua sahabat Nadia mengetahui kalau sebenarnya lelaki ini begitu menyimpan perasaan yang dalam terhadap Nadia, mereka pun berniatan untuk mengerjai lelaki ini. Mereka melakukan kerjaan jahil, dan apakah itu? Kita simak cerita ini:
           
             One day, si lelaki ini sedang kebingungan untuk mengerjakan tugas, lalu ia coba mencari referensi (contekan) kepada temannya sekelas, kebetulan ia sekelas dengan Nadia, Akal pun tak buntu, ia langsung mengirim SMS kepada Nadia untuk meminta referensi darinya.
            G : “Lagi di mana sekarang Nad?
            N : “Lagi di hatimu….”
            G : “Aku serius ini…, malah jawabannya ngacau…, aku mau minta bantu”
            N : “Aku juga serius, minta bantu apa aja juga boleh, 
            G : “ aku mau minta contekan tugas, hari ini kan harus dikumpulin, bisa g?”
            N : “Ya bisa”
            G : “Ya, kita ketemu dimana?
            N : “Di hati kamu dong! Gimana sih…! Ah toples acar!”
            G : “E..eh dah berani sekarang ya?! Aku ini serius!!! 
            N : “Bodo’….!”
         G: “G’ usah khwatir, klau aku dah bsa ngdapetin tgs kamu ntar jg bakal bsa ngdapetin  hati kmu juga…”
            N : “Ah bohong! Kalau berani coba ngmong langsung!”
            G : “Ya makannya ayo ketemu!!!! Yg penting tugasnya mana????
          N : “Ntar ktmu di kls, sebelum dosen msuk kmu boleh pinjem, dan maaf, tdi HP ku dibwa   sma para sahbatku..
#Tengsinnnnnnn!!!!!#
Dari percakapan via SMS di atas, dapat disimpulkan dari kalimat terakhir jika SMS itu hanyalah bualan, tak ada unsur nyata dari hati maupun lisan.

Dari kejadian itulah yang membuat lelaki ini selalu di….istilah jawanya digasak’i, atau bisa jadi bulan bulanan buat para sahabat Nadia. Mereka melontarkan kata “cie cie cie” untuk pertama kalinya setelah kejadian dari SMS itu. Mereka mengira hati lelaki ini luluh dan hanyut dalam kebahagian setelah menerima balasan SMS rayuan tersebut. Tapi lelaki ini juga tak tahu apa yang juga dirasakan oleh Nadia dari kejadian tersebut. Apakah Nadia berbunga-bunga, malu, atau juga malah jijik. Hanya Nadia yang mampu menjawabnya.

Dan ini nama para pelaku yang terseret dalam bualan SMS di atas:
Winda, Marta, Soffa, Ida, Neina. Itu mengapa mereka berlima dan ditambah si Nadia menyebut persahabatan mereka dengan julukan “Six A”, karena nama belakang mereka menggunakan huruf A semua.

***
Kembali lagi ke situasi utama, masih di tempat yang sama yaitu ruangan perpustakaan yang bernama SAR (Self Access Room). Kini detik demi detik pun berjatuhan, menit dei menit pun menguap, dan waktupun tak terasa berjalan lama. Lelaki ini kembali pada kesadarannya, ia tak sadar jika Nadia sudah meninggalkan ruangan itu untuk beberapa menit. Lalu lelaki ini dengan tergesa-gesa meninggalkan ruangan itu untuk bisa bertemu dengan Nadia hanya empat mata (tanpa tukul).
Dengan tergesa lelaki ini keluar
“Asri cepat mana tasku? Dina, ini uang jajan untuk yang kemarin…”
Belum sempat si Asri mengambil tas milik lelaki ini malah dengan cepat lelaki ini menyahut tas begitu saja secepat cahaya.

Lelaki ini pun berlari sekencang kencangnya tanpa terkencing-kencing dan berharap bisa menjumpai Nadia sesampainya di parkiran nanti. Dan tak sadar para orang di sekitar jalan menuju parkiran melihat ia berlari begitu cepat, #entah apa yang sebenernya dilihat orang#.

Sesampainya diparkiran, lelaki ini langsung menyorotkan sudut pandangannya ke segala penjuru mata angin, dan….Jieng Jieng…! Dia melihat sosok wanita yang mempesona berdiri di dekat motor matic (Nampak dari belakang) dan menyebut dalam hati “Nadia….I’m coming”, dengan cepat lelaki itu menepuk pundak wanita ini dari belakang
“Hap…!” dengan percaya diri ia menepuk pundak wanita ini.
“Ya…?” Wanita ini pun menoleh.
“Nadia…?” jawab lelaki ini dengan suara yang melemah dan malu setelah melihat jika target yang ia sapa bukanlah Nadia, melainkan Bu Sari, salah satu dosen yang masih muda di jurusannya.
“Maaf ada apa ya mas?” Tanya Bu Sari dengan heran.
“Tidak apa-apa bu, saya hanya ingin tanya soal tugas kemarin, pengumpulannya paling lambat kapan ya?” jawab lelaki ini dengan sedikit mengalihkan situasi yang TENGSIN ini.
“Halah….tadi kenapa panggil aku “Nadia”? pacarmu ya? Cie cie cie…” ledek si dosen muda ini.
“Bukan seperti itu bu, ya saya memang mencari Nadia, dan masih mencari hatinya, dan satu hal lagi, dia belum pacar saya bu, saya harus pergi dulu bu, selamat siang bu…sampai jumpa di lain kesempatan!”
Dengan sesegera mungkin lelaki ini mencari Nadia lagi dengan tetap focus di parkiran kampus. Dan tiba-tiba terdengar suara tertawa yang aneh di sekitarnya.
“Hahahahahahaahahaaha, cucok banget book…!” Lontaran ejekan dari manusia imut yang bernama Imam, salah satu anggota dari tentara tangguh sabun.
“Hahahahaahaahahahahahahaha”, Ketawa yang tiada batasnya dari semua orang di parkiran yang memandang lelaki ini.
“Hey cil, what’s wrong?” Tanya lelaki ini pada si Imam.
Tiba-tiba tinjuan kecil menghantam punggung lelaki ini, dan ia pun menoleh kebelakang, serrr…
“Heh, Tas siapa yang kamu bawa ini?” Tanya Nadia yang tiba-tiba muncul dari belakang lelaki ini dengan tinjuan kecilnya.
“Hah? Tas?” Lelaki ini pun kemudian melihat tas yang dari tadi dibawanya dari SAR.
“Oh Men…Oh No… !” Lelaki ini pun terkejut dan baru menyadari kalau tas yang ia bawa bukanlah tas miliknya, melainkan tas jinjing yang biasa dipakai cewek (tas cangklong) yang berwarna ungu dan dibalut motif belang macan.
“hahahahahaha…” tawa kecil Nadia melihatnya dengan geleng-geleng kepala.
“Hahahahahahhaha….” Tawa dari semua orang yang melihat.
Lelaki ini pun kembali merasa #TENGSIN#

Seusai kejadian tadi, lelaki ini pun ditemani Nadia untuk mengembalikan tas yang ia salah ambil dari SAR. Waktu di perjalanan pulang seusai mengembalikan tas dari SAR, mereka berdua pun akhirnya bisa ngobrol empat mata sambil berjalan menuju parkiran.
“Hey, ternyata kamu pantas juga pakai tas tadi,hehehehe…” sedikit ledekan dari Nadia.
“Pantas apaan??!, pantas diketawain iya! Tengsinnya yang kagak nolong”, jawab lelaki ini dengan sedikit penyesalan tapi ia masih bisa tersenyum.
“Jadi, sekarang mau ngomong apa? Kan udah empat mata”, Tanya Nadia dengan sedikit penasaran.
“Oh Sorry, sebenarnya aku mau bilang kalau aku ngefans ma kamu”, jawab lelaki ini sambil menatap ke arah mata Nadia yang penuh dengan keberanian.
“Cuma ngefans?”, Tanya singkat Nadia.
“Ya lebih sih, dari dulu pertama ketemu aku langsung punya rasa padamu”, terang lelaki ini.
“Maaf…” ,
satu kata yang membuat langkah kaki mereka seakan terhenti. Angin pun tiba-tiba berhembus membawa taburan daun yang berjatuhan dari pohon yang tak jauh dari parkiran kampus.
Lelaki ini pun bertanya, “kenapa?”
“dengan pernyataanmu barusan, sebenarnya aku nggak pengen ngelukain perasaanmu, mungkin jawaban ini yang tepat untukmu…” terang Nadia.
“Maksudnya?” Tanya lelaki ini dengan raut wajah yang bingung.
“Aku sudah ada yang punya, kesetiaanku sudah untuknya….”
Cetarrrr………(suara hati si lelaki ini kala mendengar pernyataan di atas)
“Oh gitu…emang benar?” Tanya lelaki ini masih tidak percaya.
“Iya lah, tu aku udah dijemput”, jawab tenang Nadia.

Nadia pun langsung beranjak meninggalkan lelaki ini dan menuju sang pacar yang sudah menjemputnya. Dan lelaki ini hanya bisa memandang dengan ratapan kekecewaan yang sangat dalam.
“Galih, aku pulang dulu….!” Salam pamit dari Nadia untuk lelaki ini.
“Ya….mungkin tak ada kesempatan untuk memilikimu, tapi bisa bersamamu hari ini saja aku sudah merasa seakan memilikimu, dan izinkan saja aku untuk memiliki hatimu walau ragamu bersamanya”, jawaban dari dalam hati lelaki ini kala memandang Nadia yang kini telah pergi bersama sang kekasih.

Seperti itulah kisah lelaki ini terhadap Nadia, sosok wanita yang ia cintainya. Dan apakah yang akan terjadi di kisah selanjutnya? Akankah ada sosok wanita lain yang akan mengisi hatinya kembali? Akankah ada yang mampu menyusun kembali kepingan hatinya yang telah hancur? Kita tunggu saja di chapter berikutnya….

Bersambung…………..